Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang MI Sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 9941 Tahun 2025
A. Rasionalitas Mata Pelajaran Bahasa Arab
Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa internasional. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, penguasaan bahasa Arab menjadi sebuah kebutuhan sekaligus tuntutan. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa jumlah penutur bahasa Arab di dunia terus meningkat secara signifikan, sehingga menjadi salah satu bahasa utama dalam komunikasi global. Kini, bahasa Arab tidak hanya dipelajari untuk studi agama, tetapi juga digunakan dalam bidang ekonomi, pariwisata, politik, dan keamanan global. Bahkan sejak 18 Desember 1973, bahasa Arab telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya berfokus pada pemahaman literatur keagamaan, tetapi juga harus diarahkan pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi, baik lisan maupun tulisan.
Pembelajaran bahasa Arab di madrasah secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan murid memiliki kecakapan berbahasa, yaitu: (1) mampu mengekspresikan perasaan, pikiran, dan gagasan secara verbal-komunikatif; (2) mampu menginternalisasi keterampilan berbahasa Arab dengan baik, sehingga murid menjadi terampil menggunakan bahasa Arab dalam berbagai situasi; (3) mampu menggunakan bahasa Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, pengetahuan umum, dan kebudayaan; serta (4) mampu mengintegrasikan kemampuan berbahasa Arab dengan perilaku yang tercermin dalam sikap moderat dan berbasis nilai-nilai cinta dalam kehidupan. Adapun nilai-nilai cinta dalam pembelajaran bahasa Arab mencakup cinta Allah dan Rasul-Nya dengan menghayati bahasa AlQur’an dan Hadis, cinta ilmu melalui semangat belajar yang berkelanjutan, cinta lingkungan dengan memahami budaya dan kehidupan masyarakat Arab, cinta diri dan sesama manusia melalui penggunaan bahasa yang santun dan empatik, serta cinta tanah air dengan menjadikan bahasa Arab sebagai sarana kontribusi positif di tingkat nasional maupun global.
Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang MI/MTs/MA/MAK diharapkan dapat membantu murid berhasil mencapai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab sebagai bagian dari life skills, yang proses pembelajarannya diberikan komposisi 70 persen dan 30 persen untuk kemampuan lainnya. Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab ini menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam, pendekatan komunikatif (communicative approach), pendekatan humanistik (humanistic approach), pendekatan leksikal (lexical approach), pendekatan struktual (structural approach), pendekatan berbasis teks (genre-based approach) dan/atau pendekatan pembelajaran bahasa lainnya yang relevan melalui pemanfaatan beragam teks (lisan, tulisan, visual, audio visual), serta mencakup teks multimodal (teks yang mengandung aspek verbal, visual, dan audio).
Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi untuk memahami ajaran agama, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan global. Melalui integrasi nilainilai cinta, pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, moderat, serta memiliki daya saing tinggi. Generasi tersebut bukan hanya terampil berbahasa, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan.
B. Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Arab
Pembelajaran bahasa Arab di madrasah mempunyai tujuan untuk mempersiapkan murid memiliki kemampuan menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi global dan alat untuk mendalami agama dari sumber autentik yang pada umumnya menggunakan bahasa Arab, melalui proses rantai keilmuan (isnad) yang terus bersambung hingga sumber asalnya yaitu Al-Qur’an dan Hadis.
C. Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Arab
Pembelajaran bahasa Arab di madrasah diorientasikan untuk memberikan tiga kompetensi yaitu:
1. Kompetensi Berbahasa (al-kifayah al-lughawiyyah)
Sebuah kompetensi dasar dalam bahasa yang meliputi empat keterampilan bahasa (al-maharat al-lughawiyyah) yaitu keterampilan menyimak (maharah al-istima’), keterampilan berbicara (maharah al-kalam), keterampilan membaca-memirsa (maharah al-qiraʹah – al-mu’ayanah), dan keterampilan menulismempresentasikan (maharah al-kitabah – at-taqdimah). Keterampilan bahasa tersebut harus dijalankan berdasarkan unsurunsur bahasa (al-anashir al-lughawiyyah) yang baik dan benar meliputi: bunyi (ashwat), kosakata (mufradat), dan pola kalimat (attarakib) atau gramatika (qawa’id al-lughah).
2. Kompetensi berkomunikasi (al-kifayah al-ittishaliyyah)
Kompetensi untuk melakukan tindak tutur dengan bahasa target dalam berbagai konteks sosial secara lisan dan tulisan. Bahasa Arab hendaknya dilihat dari sudut pandang fungsionalitasnya, yaitu sebagai alat komunikasi. Sehingga kompetensi berkomunikasi ini menjadi hal penting yang harus diajarkan.
3. Kompetensi berbudaya (al-kifayah ats-tsaqafiyyah)
Pembelajaran Bahasa Arab selain membelajarkan bahasa, juga mengandung pesan-pesan budaya, yaitu budaya Arab Islam (tsaqafah arabiyyah islamiyyah), budaya global umum (tsaqafah alamiyyah ammah), dan budaya lokal khusus (tsaqafah mahalliyah khashah). Pesan budaya ini tercermin dalam tema atau topik dalam pembelajaran, misalnya perkenalan, hobi, wisata, pelestarian lingkungan, teknologi informasi dan komunikasi, tokoh-tokoh Islam, haji dan umrah, hari -hari besar Islam, cinta Indonesia, dan lain-lain.
Komponen pembelajaran bahasa Arab
Berdasarkan hal di atas, tiga kompetensi yang menjadi target pembelajaran bahasa Arab yaitu kompetensi berbahasa, kompetensi berkomunikasi, dan kompetensi berbudaya digabungkan dalam kerangka pembelajaran berikut.
Adapun elemen dalam capaian pembelajaran Bahasa Arab adalah sebagai berikut.
Elemen Komponen Bahasa:
Deskripsi:
Kompetensi yang diperoleh murid melalui pengalaman belajar yang menekankan pada proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksi materi komponen bahasa (al-anashir al-lughawiyyah) meliputi bunyi (ashwat), kosakata (mufradat), dan pola kalimat (attarakib) atau gramatika (qawa’id al-lugah) dengan baik dan benar, sebagai proses pembekalan bahasa (tazwid al-lughah) untuk digunakan dalam keterampilan berbahasa.
Elemen Keterampilan Bahasa:
Deskripsi:
Keterampilan yang dilatihkan untuk mencapai kompetensi berbahasa Arab, yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Keterampilan tersebut meliputi kegiatan menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan.
Pembelajaran bahasa Arab juga nantinya akan terbagi dalam beberapa fase yaitu itu fase A, B, C, D, E, dan F dengan peta jalan capaian. Fokus tulisan ini, admin akan jabarkan peta jalan capaian untuk fase A (Kelas 1 & 2), fase B (Kelas 3 & 4), dan fase C (Kelas 5 & 6), pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah:
D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab Jenjang Madrasah Ibtidaiyah
Fase A ( Umumnya untuk kelas I dan II MI )
Pada akhir fase A, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.1. Komponen Bahasa
Mengenali bunyi dan kosakata tentang perkenalan, keluargaku, rumahku, madrasahku, dengan pola kalimat di antaranya:
مَا اسْمُكَ؟، مَا اسْمُكِ؟، اسْمِيْ...، مَنْ هُوَ؟، مَنْ هِيَ؟، هُوَ أَبِيْ، هِيَ أُمِّيْ، هَذَا بَيْتٌ، هَذِهِ مَدْرَسَةٌ
serta mengenali bunyi dan kosakata tentang hobiku, nama-nama buah, warna-warna, alat transportasi, pemandangan alam, dengan pola kalimat di antaranya:
مَا هِوَايَتُكَ؟؛ مَا هِوَايَتُكِ؟؛ هِوَايَتِيْ ... ؛ مَا ذَلِكَ؟؛ مَا تِلْكَ؟؛ مَا لَوْن ...؟؛ تِلْكَ سَيَّارَةٌ؛ ذَلِكَ قِطَارٌ؛ تِلْكَ حَدِيْقَةٌ؛ ذَلِكَ بَحْرٌ.
1.2. Keterampilan Bahasa
Menerapkan keterampilan berbahasa yang meliputi kegiatan menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan.
Fase B ( Umumnya untuk kelas III dan IV MI )
Pada akhir fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
2.1. Komponen Bahasa
Mengidentifikasi kalimat sapaan dan pertanyaan tentang materi pelajaran, nama-nama binatang, penyakit, olahraga, temantemanku, taman, dengan pola kalimat di antaranya:
مَا دَرْسُنَا الْآنَ؟؛ هَذَا دَرْسُ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ؛ مَا ذَلِكَ؟ ذَلِكَ جَامُوْسٌ؛ مَا تِلْكَ؟ تِلْكَ دَجَاجَةٌ؛ مَا أَصَابَكَ؟ أَصَابَنِي الصُّدَاعُ؛ مَا أَصَابَكِ؟ أَصَابَنِي السُّعَالُ؛ أَحْمَدُ يُحِبُّ السِّبَاحَةَ؛ مَاذَا تُحِبُّ عَائِشَةُ؟؛ مَنْ هُوَ؟؛ هَذَا أَحْمَدُ، هُوَ ذَكِيٌّ؛ هَلْ تِلْكَ تُفَّاحَةٌ؟ نَعَمْ، تِلْكَ تُفَّاحَةٌ؛ ذَلِكَ أَنَانَاسٌ وَتِلْكَ زَهْرَةُ الْوَرْدَةِ.
serta mengidentifikasi kalimat sapaan dan pertanyaan tentang alamat, profesi, cita-citaku, di rumah, anggota keluarga, cinta Indonesia, dengan pola kalimat di antaranya:
مِنْ أَيْنَ أَنْتِ؟ أَنَا مِنْ... ؛ مَا عُنْوَانُكَ؟ عُنْوَانِيْ فِي الشَّارِعِ ...؛ مَا مِهْنَتُكِ؟ مِهْنَتِيْ...، هَلْ أَنْتَ مُدَرِّسٌ؟ لَا، أَنَا مُوَظَّفٌ؛ مَا أَمَالُكَ؟ أُرِيْدُ أَنْ أَكُوْنَ ...؛ ذَلِكَ بَيْتِيْ، هُوَ جَمِيْلٌ وَنَظِيْفٌ؛ مَنْ هِيَ؟ هِيَ أُمِّيْ، هِيَ مُدَرِّسَةٌ؛ سَيِّدُ عُمَرُ أَخُ أَبِيْ، هُوَ خَالِيْ؛ هَلْ أَنْتَ إِنْدُوْنِيْسِيٌَّ؟
2.2. Keterampilan Bahasa
Menerapkan keterampilan berbahasa yang meliputi kegiatan menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, mempresentasikan.
Fase C ( Umumnya untuk kelas V dan VI MI )
Pada akhir fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
3.1. Komponen Bahasa
Mengidentifikasi informasi dan bacaan sederhana tentang anggota tubuh, kebun binatang, di ruang tamu dan di ruang belajar, di perpustakaan, di kantin, dengan pola kalimat di antaranya:
هَذَا أُذُنٌ، أَنَا أَسْمَعُ بِالْأُذُنِ؛ تِلْكَ فَرَاشَةٌ جَمِيْلَةٌ؛ مَاذَا فِيْ غُرْفَةِ الْاِسْتِقْبَالِ؟؛ الْجَدْوَلُ الدِّرَاسِيُّ فِيْ غُرْفَةِ الْمُذَاكَرَةِ؛ فِي الْمَدْرَسَةِ مَكْتَبَةٌ كَبِيْرَةٌ وَنَظِيْفَةٌ؛ هَلْ أَنْتَ جَوْعَانُ؟ نَعَمْ، أَنَاجَوْعَانُ
serta mengidentifikasi informasi dan bacaan sederhana tentang jam, saya suka bahasa Arab, saya suka kegiatan liburan, piknik, dengan pola kalimat di antaranya:
كَمْ السَّاعَةُ الْآن؟؛ أَنَا أَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ فِي السَّاعَةِ السَّادِسَةِ وَالرُّبُعِ صَبَاحًا؛ هَلْ أَنْتَ تُحِبُّ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ؟ نَعَمْ، أُحِبُّهَأ؛ هُوَ يَتَعَلَّمُ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ فِي الْمَدْرَسَةِ؛ كَيْفَ قَضَيْتِ الْعُطْلَةَ يَا أُخْتِيْ؟ قَضَيْتُ الْعُطْلَةَ بِزِيَارَةِ بَيْتِ جَدِّيْ؛ إِلَى أَيْنَ ذَهَبْتِ؟ ذَهَبْتُ إِلَى شَاطِئِ الْبَحْرِ.
3.2. Keterampilan Bahasa
Menerapkan keterampilan berbahasa yang meliputi kegiatan menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan.
Baca Juga :
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab Program Keagamaan Jenjang Madrasah Aliyah
Demikian informasi tentang Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab Jenjang Madrasah Ibtidaiyah yang admin rangkum dari Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Pada Madrasah.
Semoga informasi di atas bermanfaat, terkhusus untuk para guru bahasa Arab yang mengajar di jenjang Madrasah Ibtidaiyah.
Salam Admin,
Dukung Website MTs Arabic dengan cara :
1️⃣ Subscribe Youtube MTs Arabic
https://www.youtube.com/@mtsarabics
2️⃣ Join Channel Telegram MTs Arabic
3️⃣ Like & Follow Fanpage Facebook MTs Arabic
https://web.facebook.com/mtsarabic
4️⃣ Follow Instagram MTs Arabic



0 Response to "Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang MI Sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 9941 Tahun 2025"
Post a Comment